Tag: syair

Menyapu Jejak Luka

Sendiri ku berdiri disini Di sudut pojok ruang hati Mencari-dan terus mencari Tanpa tahu apa yang ingin dicari Hanya bisa merasakan mencoba mencari kejujuran Dalam rasa yang terus bergelora tak berkawan Atas hati yang terus berkinginan Tak ada angin berhembus Membuat peluh mengalir menembus

Selamat Datang Kembali Sayang

Angin syahdu mendendang senandung merdu bait demi bait terlantun, mekarkan kembang hidupkan taman. Ini kisah gembira, tentang kembalinya sang Bayu nan teduh; Sang kawan sejati, Sang teman sehati, kala menatap Cinta. Dinda, mengapa pergi demikian lama? Tak tahukah engkau rindu tlah menggunung? Kini engkau

Mencari Kekasihku

Dari Sunda Kelapa aku datang membawa cinta di tengah hiruk pikuk pedagang sepanjang jalan aku mencari kemana engkau bersembunyi, Pertiwi, hanya tangis anak-anak ditinggal ibunya pergi teriakan pemuda memanggil-manggil kekasih gertak sambal nyonya-nyonya pada para kuli kakiku terus melangkah di tengah becek sana-sini di

Kerinduan Angin Pada Bidadari

Malam dengan kemegahan sang kelam terkihat bintang mencumbui sang rembulan kunang-kunang bersinar bersahabat dengan gelap malam Tak ada sang hujan Menambah indahnya Alam Angin meringkuk sepi di peraduan Menanti sayap Bidadari tak pergi tertahan Dengan airmata angin mengadu pada hujan menyirat rintik grimis mulai

Puisi Untukmu

jika hati ini sudah tdk mau membukakan satu namapun untuk msuk ke dalamna. . itu salahmu. jika hati ini menjerit karna rindu yg mendalam. . itu jg salahmu. jika hati ini menangis karna sakit yg begitu perih. . itupun salahmu. semua itu salahmu. mengapa
Must read×

Top