Lembaran Cerita, Jiwa-jiwa Pemberontak

Posted on 247 views
syair jiwa pemberontak
syair jiwa pemberontak
Kapankah jiwa kalian tidak merintih ketakutan di siang hari?
apakah di waktu pagi ketika enak-enaknya mendengkur,ketika kalian mengenyahkan sisa sisa kantuk di kelopak mata?
ketika kalian digiring ke ladang bagaikan budak
ataukah di tegah hari ketika kalian berhasrat berteduh di tengah pohon untuk menghindari sengatan matahari,tapi kalian tidak bisa?
ataukah di waktu sore ketika kalian pulang dari ladang ke gubuk kalian dengan perut kelaparan,dan kalian tidak mendapatkan apapun kecuali seteguk air ludah
atau di waktu malam ketika rasa letih melempar mu ke ranjang batu,lalu kalian tidur dengan rasa resah
tapi rasa kantuk tak meraba kelopak mata mu
di musim apakah kalbu kalian tidak bisa meratap?
ataukah di musim semi ketika alam mengenakkan perhiasan baru,dan kalian melihat pemandangan sembil mengenakkan kain lusuh,basah dan koyak koyak
ataukah di  musim panas,ketika kalian menuai tanaman,,mengisi gudang tuanmu dengan hasil panen
ataukah di musim dingin ketika langit menyiksamu
kalian duduk bercengkrama disamping tungku perapian mencari kehangatan dengan rasa takut
inikah bayang-bayang penderita
inikah jaritan duka yang tidak putus-putusnya keluar dari bilik dada mu
aku berdiri sendirian teraniaya atas namamu sekalian
air mata kuaduk satu dengan air matamu
berkat tatanan hukum diatas ancaman pedang yang tajam
kini aku datang untuk berbagi duka dengan mu
Judul: Lembaran Cerita, Jiwa-jiwa Pemberontak
Oleh: Aprinol zikri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *